Presiden Abbas Tolak Bertemu dengan Wapres AS Mike Pence

Presiden Abbas/ Reuters

GAZA – Menteri luar negeri Palestina mengatakan Presiden Palestina Mahmoud Abbas tidak akan bertemu dengan Wakil Presiden AS  Mike Pence saat kunjungan Pence ke wilayah tersebut bulan ini akibat  sebuah penghinaan atas pengakuan AS tentang  Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Kekerasan meletus untuk hari ketiga di Gaza sebagai tanggapan atas pengumuman Presiden Donald Trump pada hari Rabu, yang membatalkan beberapa dasawarsa kebijakan AS menuju Timur Tengah.

Serangan udara Israel menewaskan dua orang bersenjata Palestina pada hari Sabtu setelah gerilyawan menembakkan roket dari daerah kantong tersebut ke Israel pada hari Jumat, yang telah dinyatakan sebagai “hari kemarahan” oleh faksi-faksi Palestina.

Pengakuan Trump terhadap Yerusalem telah membuat marah dunia Arab dan membuat marah sekutu Barat, yang mengatakan ini merupakan pukulan bagi upaya perdamaian dan risiko yang memicu lebih banyak kekerasan di wilayah tersebut.

Sabtu malam, menteri luar negeri Arab mendesak Amerika Serikat untuk mencabut  keputusannya dan mengatakan bahwa tindakan tersebut akan memacu kekerasan di seluruh wilayah tersebut. Liga Arab, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah sebuah sesi darurat di Kairo, menyebut pengumuman Trump sebagai “pelanggaran berbahaya terhadap hukum internasional” yang tidak memiliki dampak hukum dan tidak berlaku lagi.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bereaksi terhadap kritik dalam sebuah pernyataan sebelum pertemuan di Paris pada hari Minggu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk diikuti oleh sebuah pertemuan dengan menteri luar negeri Eropa di Brussels.

“Saya mendengar (dari Eropa) suara penghukuman atas pengumuman bersejarah Presiden Trump namun saya belum mendengar adanya penghukuman atas roket yang menembaki Israel yang telah datang (setelah pengumuman) dan hasutan mengerikan terhadap kami,” kata Netanyahu.

Israel mempertahankan bahwa seluruh Yerusalem adalah ibukotanya. Warga Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibukota negara merdeka di masa depan.

Sebagian besar negara menganggap Yerusalem Timur, yang dianeksasi Israel setelah menangkapnya dalam sebuah perang pada tahun 1967, untuk wilayah yang diduduki, dan mengatakan bahwa status kota tersebut harus diputuskan untuk diputuskan pada pembicaraan Israel-Palestina di masa depan.

Administrasi Trump mengatakan bahwa pihaknya masih berkomitmen untuk melakukan pembicaraan dengan Palestina-Israel, bahwa ibu kota Israel akan berada di Yerusalem dengan rencana perdamaian yang serius, dan bahwa hal itu tidak mengambil posisi di perbatasan kota. Dikatakan bahwa perundingan yang hampir mati dapat dihidupkan kembali hanya dengan menghapus kebijakan yang sudah ketinggalan zaman.

Advertisement