BOGOR- Selama perjalanannya dari tahun 2008 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah melakukan MoU kurang lebih 74 penandatanganan nota kesepahaman dengan K/L dalam dan luar negeri.
Termasuk siang ini melakukan 8 Penandatanganan Nota Kesepahaman di bidang penanggulangan bencana dan penyerahan lisensi LSP-PB di INA DRTG,Sentul,Bogor.
Tri Budiarto selaku Pelaksana tugas Sekretaris Utama yang juga menjabat sebagai Deputi Penanganan Darurat mengatakan penanganan bencana di Indonesia membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
“Kita berperan untuk meringankan beban masyarakat, dan mengurangi ancaman bencananya. Selain itu, penanganan bencana juga harus lebih terukur dan harus ditangani oleh sang ahli” ucapnya Selasa (22/12) seperti dalam pesan Humas BNPB yang disampaikan kepada KBK.
Sementara itu, menurut Kepala BNPB, Willem Rampangilei berdasarkan perhitungan World Bank. Indonesia mengalami kerugian mencapai 221 triliun rupiah akibat bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di tahun ini.
“Maka dari itu,BNPB melihat MoU ini penting dalam penyelamatan jiwa manusia. Indikasi keberhasilannya adalah turunnya angka indeks rawan bencana” kata Willem.
MoU yang dilakukan hari ini,antara lain :
(1)Universitas Islam Indonesia Yogyakarta,(2) PT Bank BNI, (3)PT Pos Indonesia,(4) Ikatan Apoteker Indonesia, (5)Keluarga Besar Putra Putri Polri , (6) Relawan Rajawali Indonesia, (7) Yayasan Dompet Dhuafa Republika, (8) TNI. Penandatanganan nota kesepahaman ini meliputi pra bencana, tanggap darurat dan pasca bencana.





