KARAWANG – Disaat anak-anak lainĀ asyik bermain, Sarah Syahrani, anak berusia 10 tahun di wilayah Cikampek, Kabupaten Karawang, Jabar, rela “mengorbankan masa kecilnya” dengan menjual gorengan dan es krim menggunakan sepeda setiap hari.
Semua dilakukannya karena Sarah merasa kasihan ibunya sakit sementara ayahnya juga tidak tahu ke mana.
“Daripada main lebih baik bantu Ibu. Sehari bisa dapat Rp10 ribu-20 ribu,” kata anak kelas 5 SD yang sehari-hari menjual gorengan dan es krim tersebut.
Sarah menuturkan kalau dirinya memiliki keinginan kuat untuk membantu Ibunya yang menderita sakit. Sedangkan ayahnya telah menceraikan ibunya.
Sarah tinggal bersama ibu dan kedua adiknya di rumah kontrakan berukuran 10×8 meter di wilayah Cikampek.
Ibu Sarah, Ny Siti mengaku tidak bisa melarang keinginan anaknya untuk menjual gorengan dan es krim. Setiap hari, sehabis pulang sekolah Sarah tidak bermain, tetapi langsung berjualan dengan menggunakan sepeda.
Ia mengatakan, anaknya mendapatkan upah dari bagi hasil laba gorengan dan es krim tersebut. Anaknya dibiarkan menjual gorengan dan es krim karena Siti tidak bisa melakukan pekerjaan berat akibat bekas operasi usus buntu.
Efek samping operasi tersebut masih ia rasakan. Mantan buruh pabrik itu kerap menderita meriang mendadak selama beberapa hari dalam setiap bulan.
“Ini juga masih berobat jalan. Biayanya seadanya saja, saya juga sering ikut bantu kerja. Kalau ada orang yang nyuruh pijat atau luluran, pasti saya lakukan. Lumayan buat tambahan,” kata dia, dilansir Antara.





