Pada tingkat global, tahun 2015 adalah tahun berakhirnya suatu era sekaligus awal munculnya era baru. Pada tahun ini, Millennium Development Goals 2000-2015 atau (MDGs) sebagai proyek global untuk pengentasan kemiskinan ekstrem di seluruh penjuru dunia untuk pembangunan akan berakhir.
Menurut pemaparan Pelaksana Harian Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Ir Tri Budiarto kini sudah saatnya Indonesia menatap era baru, yakni era Sustainable Development Goals atau (SDGs). Era di mana dunia tidak lagi fokus semata-mata pada upaya mengurangi angka kemiskinan, melainkan menghilangkan faktor-faktor yang menjadi penyebab kemiskinan.
“Dunia tidak lagi focus pada POVERTY, tetapi lebih jauh lagi pada PEOPLE (rakyat), PLANET (planet), PROSPERITY (kemakmuran), PEACE (perdamaian), dan PARTNERSHIP (kemitraan),” Ujar Budiarto di sela-sela acara Disaster Outlook 2016 di Aula Dewan Pers (23/12/2015).
Budiarto menambahkan, tujuan pembangunan pun tidak lagi berjumlah tujuh goals, tetapi berkembang menjadi tujuh belas. Salah satu yang penting diperhatikan, tambahnya adalah isu Pengurangan Risiko Bencana (PRB). PRB ini merupakan komponen penting yang bukan hanya untuk menyelamatkan nyawa kelompok rentan, melainkan sampai pada mengamankan aset-aset produktif. Karena bencana bisa mengancam hasil-hasil pembangunan, yang sewaktu-waktu mengeruk dan meluluh lantahkan semuanya.
Selanjutnya Budiarto menyatakan, “Periode 2015-2019 kami tetapkan sebagai periode peningkatan efektifitas penanggulangan bencana.” Tentunya untuk dapat mensukseskan hal tersebut dibutuhkan kehadiran BNPB, BPBD, dan segenap stakeholder kebencanaan termasuk NGO, sektor swasta, dan media massa mampu memberikan dampak yang signifikan pada kemajuan upaya-upaya penanggulangan bencana di Indonesia.





