BANGLADESH – Sebuah badan amal menyatakan bayi-bayi Rohingya yang lahir di kamp-kamp pengungsi sejak hari kelahiran mereka akan menghadapi risiko yang kian meningkat dalam mengidap penyakit, menderita kekurangan gizi dan karenanya meninggal dalam usia balita.
Rachael Cummings, penasihat kesehatan Save the Children, Jumat (5/1/2018) mengatakan, sebagaimana dilansir VOA, kamp-kamp pengungsi memiliki sanitasi yang buruk dan menjadi tempat penyebaran penyakit seperti difteri, campak dan kolera, yang terutama rawan bagi bayi-bayi baru lahir.
Lebih dari 48 ribu bayi Rohingya diperkirakan akan lahir di Bangladesh tahun ini.
Bulan lalu, suatu survei badan urusan anak-anak PBB, UNICEF, mengungkapkan bahwa hingga 25 persen anak balita di kamp-kamp di Cox’s Bazar, Bangladesh, menderita malnutrisi akut dan hampir setengah anak-anak di sana mengidap anemia.
Empat puluh persen anak-anak mengalami diare dan 60 persen menderita infeksi saluran pernapasan akut.




