KLANDASAN – Mendung menggelayuti posko penampungan sore ini (6/1), tetapi senyuman tidak hentinya dipancarkan oleh puluhan anak-anak korban kebakaran Klandasan, Kec. Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Semua keceriaan itu, mampu melupakan sejenak kepedihan yang mereka rasakan akibat bencana kebakaran yang terjadi Jumat dinihari (5/1) yang menghanguskan 101 rumah, 1 buah sekolah, 3 orang meninggal, dan 466 jiwa terdampak.
Sekolah Ceria, hadir untuk berbagi keceriaan melalui dongeng, trauma healing, dan motivasi bahwa harapan akan selalu ada sesempit apapun keadaan yang sedang dialami.
Maulida (10) salah satu dari enam puluhan anak-anak korban yang mengikuti sekolah ceria merasakan kegembiraan “alhamdulillah kakak-Kakak Dompet Dhuafa telah menemani kami dengan mengisi dongeng, berdoa bersama, mengaji, bermain, dan menyanyi, ini mengingatkan kami di TPA dan sekolah, kami merasa senang”.
Ahmad Fauzi Qosim, Pjs Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Kaltim menyatakan bahwa sejak kemarin Dompet Dhuafa Kaltim telah menyalurkan beberapa kebutuhan seperti pakaian layak pakai (PALAPAK) laundry, family kit, Hygine Kit, dan menghadirkan sekolah ceria di posko penampungan.
Kegiatan trauma healing dalam bentuk Sekolah Ceria ini di lakukan selama tanggap darurat bekerja sama dengan Komunitas Balikpapan Menyala dan Posko TNI Angkatan Darat.
“Kegiatan ini dilaksanakan melihat banyaknya bantuan masyarakat yang terfokus pada bantuan logistik, sedangkan untuk anak anak belum mendapatkan perhatian khusus terlebih masa liburan sekolah akan berakhir, semoga bantuan masyarakat bisa meringankan korban bencana”, tambah Fauzi.
Selanjutnya, Dompet Dhuafa akan melakukan intervensi dengan beberapa bentuk program bersama Forum Zakat (FOZ) Wil. Kalimantan Timur pasca tanggap darurat berakhir. – DDKaltim





