Mesir Bantah Tuduhan Diam-diam Setujui Keputusan AS Tentang Yerusalem

MESIR – Mesir membantah laporan media AS yang mengklaim telah memberikan persetujuan diam-diam atas keputusan Presiden Donald Trump untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

New York Times mengatakan pada hari Sabtu bahwa Kairo dengan sengaja menginstruksikan pembawa acara talk show untuk meyakinkan pemirsa agar menerima langkah AS.

Harian tersebut mengklaim bahwa seorang perwira intelijen Mesir telah melakukan panggilan telepon ke host dari beberapa talk show berpengaruh bahwa alih-alih mengutuk keputusan AS, mereka harus meyakinkan audiens untuk menerimanya.

Dalam sebuah pernyataan, State Information Service (SIS) yang dikelola negara mengatakan bahwa laporan NY Times adalah sebuah “tuduhan belaka”.

Dikatakan orang-orang yang dikutip oleh harian AS bukan host TV atau telah berhenti muncul di televisi bahkan sebelum Trump’s Jerusalem bergerak.

SIS mengatakan bahwa posisi Mesir di Yerusalem “diterjemahkan dalam sikap dan tindakan yang diambil di PBB dan organisasi internasional lainnya meskipun ada ancaman pemotongan bantuan AS.”

Mesir mengajukan sebuah resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut pembalikan langkah Trump di Yerusalem, namun resolusi tersebut diveto oleh Washington.

Pada tanggal 21 Desember, Majelis Umum PBB dengan luar biasa mengadopsi sebuah resolusi, yang disponsori oleh Turki dan Yaman, menolak tindakan Trump di Yerusalem.

Yerusalem tetap menjadi jantung konflik Timur Tengah, dengan orang-orang Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur – yang diduduki oleh Israel sejak 1967 – pada akhirnya dapat berfungsi sebagai ibukota negara Palestina merdeka.

Advertisement