TEHERAN – Iran telah mengatakan bahwa pihaknya tidak akan menerima perubahan apapun terhadap persyaratan kesepakatan nuklir 2015, setelah Presiden AS Donald Trump mengancam untuk membatalkan kesepakatan tersebut.
Kementerian luar negeri Republik Islam Iran mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka tidak akan “bergerak melampaui komitmennya” terhadap kesepakatan yang ada, dimana Trump telah memperluas komitmen AS selama 120 hari lagi, seperti dilaporkan Kantor Berita Republik Islam Iran (IRNA), Sabtu (13/1/2018).
“Ini adalah kesempatan terakhir. Dengan tidak adanya kesepakatan semacam itu [antara kekuatan AS dan Eropa), Amerika Serikat tidak akan lagi mengesampingkan sanksi agar tetap berada dalam kesepakatan nuklir Iran.” tandasnya, dilansir Aljazeera.