KOTIM – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng, menaikkan status penanggulangan bencana banjir dari siaga darurat menjadi tanggap darurat.
Hal tersebut dilakukan karena banyak korban banjir yang harus dibantu, sehingga status tanggap darurat bencana banjir ini diberlakukan hingga 7 Februrari nanti.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotawaringin Timur, Muhammad Yusuf mengatakan peningkatan status itu ditetapkan dalam rapat gabungan yang juga dihadiri Wakil Ketua DPRD H Supriadi, Kasdim 1015 Sampit Mayor Inf Amar Nasution dan Kasat Binmas Polres Kotawaringin Timur AKP JM Kusaini.
Sementara itu BMKG Stasiun Haji Asan Sampit memprediksi, pada akhir Januari sampai awal Februari ada kemungkinan peningkatan curah hujan di Kotawaringin Timur. Bahkan hingga 24 Januari masih ada potensi hujan lebat dan angin kencang.
Curah hujan tinggi diperkirakan terjadi hingga Maret sehingga masih berpotensi terjadi banjir. Karena itulah pemerintah daerah masih harus tetap waspada agar tidak terlambat dalam memberi bantuan kepada masyarakat.
Berdasarkan data, banjir sebulan terakhir melanda 19 desa di tujuh kecamatan dan saat ini masih ada tiga desa yang terendam banjir. Banjir juga menyebabkan 1.300 kepala keluarga yang terdampak banjir dan satu anak meninggal dunia, demikian dilaporkan Antara.





