Jerman Tak Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem Hingga Ada Solusi Israel-Palestina

Ilustrasi/ IST

JERMAN – Menteri Luar Negeri Sigmar Gabriel mengatakan Jerman akan tetap menjaga kedutaannya di Tel Aviv Israel sampai solusi dua negara antara Israel dan Palestina ditemukan.

Menghadapi sebuah konferensi internasional di Institute for National Security Studies di Tel Aviv, Gabriel menggarisbawahi bahwa memindahkan kedutaan Jerman ke Yerusalem hanya akan muncul setelah sebuah solusi yang dinegosiasikan.

“Jerman melihat ke depan untuk bisa memindahkan kedutaan besarnya ke Israel ke Yerusalem, namun saya menambahkan: di dua negara bagian dengan Yerusalem sebagai ibukota mereka, tidak ada jalan pintas di sini,” katanya, dikutip Anadolu.

Gabriel menggarisbawahi bahwa kedua belah pihak memiliki “aspirasi yang sah sehubungan dengan Yerusalem”, dan sebuah solusi hanya dapat ditemukan dalam negosiasi.

“Kami yakin langkah ini harus dilakukan untuk mendukung pelaksanaan solusi dua negara yang dinegosiasikan berdasarkan garis ’67. Sampai saat itu kami akan mengikuti hukum internasional mengenai status wilayah pendudukan,” katanya.

Berbeda ddengan Presiden AS Donald Trump yang mengumumkan pada bulan Desember 2017, terlepas dari oposisi internasional yang meluas, untuk secara formal mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Yerusalem tetap menjadi inti konflik Israel-Palestina, dengan orang-orang Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur – yang diduduki oleh Israel sejak 1967 – pada akhirnya dapat berfungsi sebagai ibu kota negara Palestina masa depan.

Advertisement