
KULON PROGO – Hujan deras yang mengguyur Daerah Istimewa Yogyakarta pada Minggu (11/2/2018) membuat 14 titik longsor yang dicatat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kulon Progo.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulon Progo Suhardiyana mengatakan dari 14 titik lokasi, longsor ada lima titik terparah karena mengancam rumah warga, menutup akses jalan hingga mengancam tanaman padi di wilayah itu.
Adapun lima titik tanah longsor yang parah, yakni Plono Barat, Nglambur dan Trayu yang ada di Kecamatan Samigaluh. Kemudian, Pranggen Banjaroya dan saluran Irigasi Kalibawang di Banjarasri.
“Titik lokasi tanah longsor yang parah berada di kawasan Bukit Menoreh. Pagi ini, kami menerjunkan tim untuk mengoordinasikan penanganan tanah longsor dan memberikan bantuan logistik untuk kerja bakti,” kata Suhardiyana.
Ia mengatakan BPBD juga sudah melakukan koordinasi dengan Bidang Pengairan DPUPKP Kulon Progo untuk menutup saluran irigasi Kalibawang dengan tertutupnya selokan di Banjarasri.
Menurut dia, jaringan irigasi sangat krusial bagi sektor pertanian karena menyuplai lebih dari 5.000 hektare.
Selanjutnya, kata Suhardiyana, tim reaksi cepat (TRC) melakukan evakusi tanah longsor di Plono Barat (Samigaluh) dan Pranggen Banjaroya (Kalibawang) karena mengancam rumah dan keselamatan jiwa.
“Tanah longsor yang mengancam keselamatan jiwa, kami utamakan. Tim sudah di lapangan melakukan kerja bakti dan kami sudah mengirim logistik,” katanya, dilaporkan Antara, Senin (12/2/2018).




