Kisah Nenek Sebatang Kara yang Tinggal di Emperan Toko

JAKARTA – Namanya Kasmi. Saban malam bukan kehangatan bersama cucu yang ia dapat. Di usianya yang kian sepuh, hanya sehelai kardus yang menjadi tempat peraduan kasmi di emperan pasar di Desa Danguk, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Cerita Mbah Kasmi dibagikan oleh pemilik akun Facebook @Andi_kuswoyo dan netizen bernama Arif Witanto, Selasa (13/2). Dalam unggahannya, tampak Mbah Kasmi sedang duduk menyender di gerobak berwarna hijau hingga fotonya yang sedang terbaring lemah di rumah sakit.

Kasmi terpaksa tinggal di emperan toko selama bertahun-tahun lantaran tak lagi memiliki rumah dan keluarga. Untuk memenuhi kehidupan sehari-harinya, Kasmi mengharap belas kasih masyarakat yang berdatangan ke Pasar Besar Ngawi.

Selain mengharap belas kasih warga, nenek berambut putih itu terkadang juga membantu menyiapkan lapak dagangan para pedagang di pasar. Upah dari membantu para pedagang itu ia gunakan untuk menyambung hidup.

Pada Januari lalu, Kasmi sempat jatuh hingga mengakibatkan salah satu kakinya cedera. Beruntung, komunitas sosial setempat sigap mengantarkannya ke rumah sakit. Ia bahkan sempat dirawat selama beberapa hari di sana.

Setelah sembuh dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit, Kasmi memutuskan untuk kembali tinggal di Pasar. Padahal kondisinya masih dalam proses pemulihan. Namun tak lama setelah itu, Kasmi kembali di rawat di rumah sakit, lantaran kondisinya yang semakin memburuk karena tak ada keluarga yang merawatnya. Para pedangan di Pasar Besar Ngawi dan anggota komunitas sosial berbondong-bondong mengantarkannya ke rumah sakit.

Advertisement