JAKARTA – Pria bernama Rodhi Mahfur (28) merupakan penyandang disabilitas asal Kendal, Jawa Tengah. Kedua kakinya tak lagi mampu menopang tubuhnya setelah insiden kecelakaan menimpa dirinya pada tahun 2003 silam.
Dari kecelakaan tersebut Rodhi tak bisa menyembuhkan diri karena ketiadaan biaya. Untuk menyambung hidup ia bergantung hanya pada pemberian saudara. Merasa tak mau membebani, Rodhi berusaha bangkit. Ia menyisikan uang pemberian tersebut untuk menyalurkan hobinya, yakni menggambar.
Pada tahun 2012 setelah tangannya tak lagi terasa ngilu, ia mulai melukis dengan media cat besi, 2 kuas, dan kertas karton. Kemudian ia mulai merambah media kanvas. Tak disangka enam lukisan bertema pemandangan yang diikutsertakan oleh temannya dalam pameran di Pendopo Kendal laku terjual.
“Alhamdulillah uang hasil pameran itu aku bisa belikan laptop,” tutur Rodhi seperti dilansir dari @art_rodhi.
Sejak saat itu, Rodhi mulai membuat akun Facebook untuk mengunggah hasil karya lukisnya. Sampai akhirnya ada orang dari luar negeri yang menguhubungi lalu memberikan unag Rp 500 ribu untuk dibelikan keperluan melukis.
“Aku tidak kenal orang itu sama sekali. Dia juga sering kasih gambar ke aku lewat email dan aku suruh gambar trus respons dia terkejut melihat gambar aku,” katanya.
Singkat cerita pada 2014 tiba-tiba ada seorang pengusaha yang mengatakan akan menyewakan rumah di daerah BSD, Tangerang Selatan untuk ditinggali Rodhi dan keluarga.
“Beliau bilang aku harus tinggal di kota agar tidak sulit berkembang dalam berkarier. Hingga pada Januari 2015, aku sama ibu menempati rumah di BSD itu,” ujarnya.
Di sana Rodhi membuat program Kolaborasi Ide Kreatif yang diberi nama Difabel Art untuk mengajarkan anak-anak melukis. Ia kemudian mencari difabel lainnya yang belum memiliki keahlian, dari situlah ia mengajarkan teknik-teknik melukis.
Setelah namanya bersinar di dunia lukis, kalangan menteri mulai datang menjadi kosumen Rodhi. Istri Presiden SBY ke-6, Ani Yudhoyono juga pernah membeli karya lukisnya yang bergambar panen padi dan lebah. Ia bahkan pernah mengikuti pameran lukis di Jepang.
“Mantan Ketua DPR, Ade Komarudin pernah pesan, Aa Gym, Saan Mustofa pesan dan bayar Rp 3 juta, Menteri Agraria, Sofyan Djalil juga pesan dan bayar Rp 5 juta,” ucapnya.





