JENEWA – Unicef melaporkan bayi yang lahir di negara-negara termiskin di dunia, kebanyakan di Afrika, masih menghadapi risiko kematian yang “mengkhawatirkan” yang bisa 50 kali lebih tinggi dari yang ada di negara-negara terkaya.
“Kami belum mendapat kemajuan serupa dalam mengakhiri kematian di kalangan anak-anak berusia kurang dari satu bulan,” kata Henrietta Fore, direktur eksekutif UNICEF.
“Mengingat bahwa sebagian besar kematian ini dapat dicegah, jelas kita gagal dalam bayi termiskin di dunia.” tambahnya, Selasa (20/2/2018), dikutip AFP.
Perbedaannya sangat mencolok. Seorang bayi yang lahir di Pakistan – negara dengan tingkat kematian terburuk yang baru lahir – menghadapi satu dari dua kemungkinan kematian, sementara bayi yang baru lahir di Jepang hanya memiliki satu di 1.111 risiko kematian.
Dari 10 negara dengan risiko tertinggi, delapan berada di sub-Sahara Afrika, negara-negara di mana wanita hamil lebih kecil kemungkinannya untuk menerima bantuan karena kemiskinan, konflik atau institusi yang lemah.
Kedelapan negara tersebut adalah Republik Afrika Tengah ; Somalia, Lesotho, Guinea-Bissau dan Sudan Selatan ; Pantai Gading (satu di 27) dan Mali dan Chad.
Setiap tahun, sekitar 2,6 juta bayi tidak bertahan sampai bulan pertama mereka.





