Korban Tewas di Ghouta Timur Bertambah Lagi, PBB: Seperti ‘Neraka di Bumi’

SURIHA – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan daerah yang dikuasai pemberontak dan tengah dibombardir pasukan Suriah yakni Ghouta Timur seperti “neraka di Bumi”.

Pasukan Suriah yang didukung oleh pesawat tempur Rusia terus menghantam di pinggiran kota Damaskus dengan setidaknya 27 orang tewas pada hari Rabu (21/2/2018), membuat korban tewas sipil menjadi lebih dari 270 – termasuk 60 anak-anak – selama tiga hari terakhir.

“Imbauan saya terhadap semua pihak yang terlibat adalah untuk segera menangguhkan semua kegiatan perang di Ghouta Timur,” kata Guterres dalam sebuah pertemuan Dewan Keamanan PBB.

“Ini adalah tragedi kemanusiaan yang sedang berlangsung di depan mata kita, dan kurasa kita tidak bisa membiarkan hal-hal terus terjadi dengan cara yang menghebohkan ini.”

Sekitar 400.000 orang tinggal di daerah tersebut, yang telah dikepung selama bertahun-tahun oleh pasukan pemerintah dengan sedikit persediaan yang mencapai populasi yang putus asa.

Kepala HAM PBB Zeid Ra’ad al-Hussein menyebut serangan udara dan tembakan artileri sebuah “kampanye pemusnahan yang mengerikan”.

“Hukum humaniter internasional dikembangkan secara tepat untuk menghentikan situasi seperti ini, di mana warga sipil dibantai berbondong-bondong untuk memenuhi tujuan politik atau militer,” katanya dalam sebuah pernyataan, dilansir Aljazeerda, Kamis (22/2/2018).

PBB telah mendokumentasikan 346 kematian warga sipil dengan 878 orang terluka di Ghouta Timur sejak 4 Februari, kebanyakan dari serangan udara yang menyerang daerah pemukiman.

Advertisement