Ramai Warganet Bahas Mall Dipagari Tinggi untuk Antisipasi Ancaman Kerusuhan, Begini Kata APPBI

JAKARTA, KBKNEWS.id – Pemasangan pagar besi tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta dan Surabaya menjadi perbincangan warganet di media sosial.

Banyak yang menduga langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi terhadap potensi kerusuhan.

Menanggapi isu tersebut, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja membantah anggapan bahwa pemasangan pagar berkaitan dengan ancaman kerusuhan.

Menurutnya, tujuan utama pemasangan pagar adalah untuk menata akses keluar-masuk pengunjung agar lebih tertib.

Alphonzus menjelaskan, dengan akses yang terpusat, arus pengunjung menjadi lebih teratur dan tidak mengganggu lalu lintas di sekitar pusat perbelanjaan. Ia juga menegaskan penggunaan pagar bukanlah hal baru karena sejumlah mal telah menerapkannya sejak awal beroperasi.

Selain mengatur akses, pagar juga berfungsi sebagai perimeter keamanan, terutama bagi pusat perbelanjaan yang lokasinya berdekatan dengan kawasan yang kerap menjadi lokasi aksi demonstrasi.

Menurutnya, pagar menjadi batas pengamanan agar aktivitas di dalam mal tetap berjalan dengan aman tanpa mengganggu jalannya demonstrasi yang dilakukan sesuai ketentuan.

APPBI menegaskan pemasangan pagar tidak dilakukan sebagai langkah antisipasi kerusuhan, melainkan untuk meningkatkan ketertiban akses pengunjung sekaligus memperkuat aspek keamanan di lingkungan pusat perbelanjaan.

Diketahui, sejumlah pusat perbelanjaan besar di Indonesia diketahui telah memasang pagar tinggi sebagai bagian dari peningkatan sistem keamanan.

Berdasarkan data yang beredar, mal yang telah menerapkan kebijakan tersebut antara lain Mal Kota Kasablanka (Kokas) di Jakarta Selatan yang memasang pagar abu-abu setinggi sekitar 2,5 meter di beberapa titik akses depan, serta empat mal di Surabaya, yakni Pakuwon Mall, Tunjungan Plaza (TP), Royal Plaza, dan Pakuwon City Mall.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here