
BREBES – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerbangkan drone untuk mengkaji bencana alam tanah longsor di Desa Pasir Panjang Kecamatan Salem Kabupaten Brebes yang terjadi Kamis (22/2/2018) lalu.
Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, kerapatan hutan tinggi, sesuai peruntukan hutan. Tidak ada permukiman di bagian hulu dan hanya ada lahan sawah di bagian bawahnya.
Mahkota longsor berasal dari Perbukitan Gunung Lio yang sebenarnya berpenutupan lahan sangat baik.
Lebar mahkota longsor sekitar 120 meter dengan Panjang landaan longsor sekitar 1 km. Tebal longsor antara 5-20 meter. Volume tanah longsor sekitar 1,5 juta meter kubik.
Dditambahkan Sutopo, penyebabnya adalah kemiringan lereng curam, struktur tanah sarang yang gembur dan remah, batuan napal di bagian bawah sebagai bidang peluncur, dan hujan sebagai pemicu longsor. “Jadi ini murni bencana alam,” katanya, dikutip Radar Tegal, Senin (26/2/2018).
Menurutnya perbukitan dengan penutup lahan hutan yang bagus seperti itu saja bisa longsor, apalagi jika perbukitan itu gundul dan jarang vegetasinya. “Akan sangat mudah longsor,” pungkasnya.




