Bangladesh Prihatin Kehadiran Militer Myanmar di Perbatasan Meningkat Tajam

Ilustrasi/ AP

BANGLADESH – Kementerian luar negeri Bangladesh hari Kamis (1/3/2018) memanggil utusan Myanmar ke ibukota Bangladesh, Dhaka, menyampaikan keprihatinan atas peningkatan kehadiran militer Myanmar di perlintasan perbatasan Tombru di distrik Khagrachhari di Bangladesh tenggara.

Kementerian itu mengatakan, duta besar itu diberitahu bahwa peningkatan itu akan “menciptakan kebingungan di Bangladesh dan meningkatkan ketegangan di perbatasan.”

Peningkatan kehadiran pasukan itu terjadi dekat “tanah tak bertuan” di mana 6.000 pengungsi Rohingya tinggal dalam tenda-tenda sejak penindasan brutal Myanmar akhir Agustus lalu terhadap minoritas Muslim.

Bangladesh meminta negara tetangganya Myanmar agar menarik pasukan keamanannya dari perbatasan bersama kedua negara tersebut.

 

 

Advertisement