KAMMI Desak Pemerintah RI Inisiasi Gerakan Solidaritas Internasional untuk Perdamaian Suriah

Serangan di Ghouta sudah empat hari tewaskan 228 warga sipil/ AFP

JAKARTA – Krisis kemanusiaan (humanitarian crisis) kembali mengemuka di tanah Suriah. Belum hilang dari ingatan kita ribuan nyawa yang tergadai akibat perang berkepanjangan di beberapa titik khususnya wilayah Aleppo dan sekitarnya. Kini, dunia kembali dikejutkan dengan tewasnya ratusan jiwa, ribuan orang terluka, anak-anak serta wanita terancam kehidupannya. Wilayah Ghouta Timur, Suriah menjadi tempat bertempur baru (the new battle of war) bagi rezim pemerintahan dan lawan politiknya.

18 Februari 2018, ditandai pembombardiran di wilayah Timur Ghouta (Eastern Ghouta), lebih dari 500 warga sipil tewas dan sekitar 150 orang di antaranya adalah anak-anak. Serangan bom bertubi-tubi ini juga melukai lebih dari 1200 warga (Sumber: www.republika.co.id). Keluarga dan anak-anak di sana bersembunyi berhari-hari dalam lorong bunker tanpa makanan.

Ghouta `Neraka Baru` di Bumi Suriah seakan menjadi tajuk semata. Dunia internasional tak kunjung mengeluarkan sikap yang tegas atas krisis kemanusiaan dan kejahatan genosida sistemis (systemic genocide) oleh rezim pemerintah Suriah dan sekutunya yang terjadi dari tahun ke tahun ini. Resolusi terbaru PBB tentang gencatan senjata tidak diindahkan oleh rezim pemerintah. Akses bantuan kemanusiaan yang minim juga menjadi hambatan terhadap penyelesaian dampak dari konflik berkepanjangan ini.

Melalui siaran persnya yang disampaikan kepada KBK, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PP KAMMI, Ibadurrahman, Lc, menyampaikan, menyikapi krisis kemanusiaan yang terus terjadi di Suriah, Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) sebagai elemen yang tak terpisahkan dalam pergaulan internasional dan keummatan, memberikan maklumat:

1. Mengutuk keras perilaku pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat dalam bentuk kejahatan genosida sistemis (systemic genocide) di Suriah yang dilakukan oleh rezim pemerintah Bassar al Asad;

2. Menyerukan seluruh elemen yang terlibat dalam pusaran konflik untuk melakukan gencatan senjata dalam waktu dekat semata-mata atas nama kemanusiaan;

3. Mendesak Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu, RI) menginisiasi Gerakan Solidaritas Internasional untuk Perdamaian Suriah dalam bentuk dialog antar umat (interfaith dialogue) melalui forum internasional sebagaimana yang telah dilakukan oleh Pemerintah RI kepada Afghanistan dan krisis di Palestina;

4. Mendesak Pemerintah Indonesia untuk terus mengupayakan penyaluran bantuan kemanusiaan ke Suriah baik dari pemerintah maupun lembaga-lembaga kamanusiaan di Indonesia;

5. Menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk ikut berempati dan melakukan doa serta penggalangan solidaritas kemanusiaan untuk rakyat Suriah;

6. Menghimbau kepada seluruh perwakilan KAMMI dari tingkat wilayah, daerah,, hingga komisariat untuk melakukan aksi solidaritas kemanusiaan dengan tagar #SaveHumanity dan #IndonesiaforSyria.

Advertisement