
TURKI (KBK) – Wartawan Vice News, Mohammed Rasool akhirnya dibebaskan dengan jaminan setelah ditahan di penjara Turki selama lebih dari empat bulan.
Dua wartawan Inggris, Jake Hanrahan dan Philip Pendlebury, ikut bersama dengan Rasool beserta sopir ditangkap di depan hotel tempat mereka menginap di Provinsi Diyarbakir setelah meliput bentrokan antara pasukan keamanan dan kemlompok bersenjata Partai Pekerja Kurdistan (PKK).
Redaksi Vice News mengatakan, Rasool bersama seorang warga negara Irak, dibebaskan Selasa (5/1/2016), setelah menghabiskan 131 hari di penjara. Dia didakwa telah membantu organisasi teroris, sementara dua rekan Inggris-nya dibebaskan setelah 11 hari tanpa biaya apapun.
“Rasool sekarang melihat ke depan untuk dapat dipertemukan dengan keluarga, teman dan koleganya dan meminta pihak media agar menghormati privasinya,” kata pernyataan Juru Bicara Vice News.
Seperti dilaporkan Al Jazeera langsung dari Turki, penahanan Rasool di Turkti berlangsung di tengah gelombang protes para wartawan di Turki, di mana banyak wartawan yang dituduh melakukan tindakan anti-terorisme dan melanggar undang-undang menghina presiden.
PKK dan pasukan Negara Turki sudah terlibat dalam perang selama hampir 30 tahun sampai 2013, gencatan senjata diumumkan dan kedua belah pihak mulai mengadakan pembicaraan damai.
Perundingan perdamaian gagal sejak musim panas lalu dan bentrokan telah kembali terjadi antara kedua pasukan keamanan di seluruh wilayah Turki.




