MOSKOW – Presiden Vladimir Putin pada hari Minggu (18/3/2018) membantah klaim bahwa Rusia meracuni mantan mata-mata di Inggris, disaat para ahli senjata kimia internasional menuju ke Inggris untuk menyelidiki serangan tersebut.
“Ini omong kosong, sampah, omong kosong yang bisa dilakukan seseorang di Rusia sehingga memungkinkan mereka melakukan hal seperti itu menjelang pemilihan dan Piala Dunia,” kata Putin kepada para pendukungnya setelah memenangkan masa jabatan keempat sebagai presiden.
“Kami telah menghancurkan semua senjata kimia,” tambahnya, menolak klaim Inggris bahwa hanya Moskow yang bisa berada di balik serangan agen saraf terhadap mantan agen ganda Sergei Skripal dan putrinya Yulia.
Keracunan di kota Inggris Salisbury pada tanggal 4 Maret telah menyebabkan krisis diplomatik, dengan Inggris mengusir 23 diplomat Kremlin.
Pakar teknis dari Organisasi Larangan Senjata Kimia akan mengunjungi Inggris pada Senin (19/3/2018) untuk mengumpulkan sampel agen saraf yang digunakan dalam serangan tersebut.
“Ini kemudian akan dikirim ke laboratorium internasional bereputasi tinggi yang dipilih oleh OPCW untuk pengujian dengan hasil yang diperkirakan akan memakan waktu minimal dua minggu,” kata sebuah pernyataan oleh Kantor Luar Negeri Inggris, dikutip AFP.
Putin mengatakan bahwa Rusia “siap untuk ambil bagian dalam penyelidikan”, meskipun sebelumnya pada hari Minggu, Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson menuduh Rusia sombong dalam menanggapi tuduhan tersebut.





