IOM: Depresi, Pengungsi Rohingya Ingin Bunuh Diri

Ilustrasi pengungsian rohingya/ Al jazeera
MYANMAR – Badan-badan bantuan mengatakan pengungsi Muslim Rohingya yang dianiaya di Myanmar menderita masalah kesehatan mental, hingga ada yang berpikir untuk bunuh diri di kamp yang penuh sesak di negara tetangga Bangladesh.

Menurut sebuah penilaian oleh Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), kekurangan makanan adalah masalah yang paling sering kambuh yang mempengaruhi kesehatan mental pengungsi sementara tempat tinggal yang tidak memadai, sanitasi dan kebersihan yang buruk juga sering disebut sebagai kekhawatiran.


IOM 
menemukan bahwa 38 persen anak-anak dan 74 persen orang dewasa selalu merasa sedih  dan empat persen remaja berpikir  bunuh diri.

Olga Rebolledo, koordinator dukungan kesehatan mental dan psikososial dengan IOM, mengatakan, “Ini adalah peringatan bahwa kaum muda terabaikan dari layanan.”

“Mereka tidak memiliki pilihan di sini sekarang, tidak ada kemungkinan untuk pekerjaan atau pendidikan,” kata Rebolledo.

Studi IOM juga mengatakan tidak diakui sebagai warga negara secara psikologis membuat tidak stabil bagi 40 persen pengungsi. “Kami tidak bisa berbuat apa-apa,” kata Rebolledo, dikutip Press TV, Selasa (10/4/2018).

“Apa yang bisa kita lakukan adalah menunjukkan kepada mereka bahwa mereka memiliki sumber daya dan rasa identitas yang sangat kuat sebagai sebuah komunitas.”

Setidaknya 63 persen dari peserta dewasa trauma dan terus berduka untuk anggota keluarga yang hilang.

Advertisement