Siswa di Lamongan Putus Sekolah Agar Bisa Jaga Ibu yang Lumpuh

Ilustrasi/ serambi

LAMONGAN – Kasus siswa putus sekolah menimpa seorang anak, Ardiansyah (10), siswa kelas 5 SDN Kandangrejo, Desa Kandangrejo, Kecamatan Kedungpring, Lamongan yang terpaksa berhenti melanjutkan pendidikan karena harus merawat sang Ibu.

Fitri Wulandari, sang Ibu, menderita kelumpuhan yang menyebabkan hanya bisa tergolek di tempat tidur.

Sudah satu semester terakhir, ia tak masuk sekolah karena menjaga ibunya.

Tiap pagi dan sore, Ardi menyuapi makan ibunya karena Puryanto (38), bapak Ard harus bekerja keras menjadi buruh tani untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

“Kasihan ibu sendirian di rumah, ia tidak bisa mengambil makan dan minum sendiri. Ibu lumpuh tak bisa apa-apa,” aku Ardi, dikutip Surya.

Sebelumnya, dia berusaha membagi waktu antara sekolah dan merawat sang ibu. Saat istirahat sekolah, dia pulang untuk menyuapi makan ibunya. Namun seiring waktu Ardi tak kuat secara fisik karena tidak punya sepeda untuk bolak balik rumah-sekolah dan merelakan dirinya tidak bersekolah demi merawat ibunya.

Menanggapi kasus ini, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto mengaku prihatin atas yang dialami Ardi dan keluarga. Dia menilai, persoalan kemiskinan dan minimnya akses terhadap layanan kesehatan membuat Ardi harus putus sekolah.

“Kami amat prihatin terhadap peristiwa yang dialami Ard dan keluarga. Kami berharap, tidak ada kasus serupa di masa mendatang,” kata Susanto, Minggu (6/5/2018), dikutip beritajatim.

Dia mengatakan, setiap anak memperoleh hak yang sama atas pendidikan yang layak. Dan negara harus menjamin keberlangsungan pendidikan setiap anak Indonesia. Sebab, katanya, pendidikan anak merupakan investasi terbesar bangsa ini.

Dia juga mengapresiasi respon cepat masyarakat dan aparat di Lamongan yang membantu meringankan beban keluarga Ard. “Kami juga sampaikan apresiasi terhadp semua pihak yang telah membantu Ard dan keluarga,” katanya.

Advertisement