JAKARTA – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengatakan anak-anak yang menjadi korban bom akan diberikan rehabilitasi sosial, termasuk anak pelaku pengeboman yang ikut menjadi korban.
Dalam pencegahan radikalisasi, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) tetap melakukan koordinasi dengan lembaga terkait seperti Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Kepolisian.
Dia juga mengimbau kepada orang tua untuk menjelaskan kepada anak tentang terorisme dan radikalisme agar mereka dapat menghindari dari ajakan atau ajaran tersebut.
“Orang tua dapat menjelaskan anaknya dengan penuh kasih sayang tentang apa itu terorisme dan radikalisme,” kata dia.
Ditambahkannya, pemerintah juga perlu membangun ketahanan keluarga masyarakat Indonesia serta kepekaan terhadap lingkungan. “Hal ini dapat mengantisipasi keluarga agar tidak terpengaruh tindakan radikalisme dan terorisme,” tandasnya, dilansir Antara.




