
YERUSALEM – Paraguay telah membuka kedutaan Israel di Yerusalem, negara kedua yang mengikuti Amerika Serikat, setelah Guatemala, dalam membuat langkah yang menuai kecaman internasional.
Presiden Paraguay Horacio Cartes dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadiri upacara pelantikan pada hari Senin (21/5/2018).
AS merelokasi kedutaan besarnya ke Jerusalem seminggu yang lalu, yang memancing kemarahan Palestina dan internasional. Langkahnya diikuti oleh Guatemala pada hari Rabu.
Para pemimpin Palestina melihat Jerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka dan telah mengatakan bahwa langkah Presiden AS Donald Trump mendiskualifikasi Washington sebagai mediator perdamaian.
Presiden AS sebelumnya, serta hampir setiap negara lain, menahan diri dari membuka kedutaan besar di Yerusalem, dengan alasan bahwa status terakhir kota pertama-tama harus diselesaikan melalui negosiasi Israel-Palestina.
Kemudian pada hari Senin, Saeb Erekat, sekretaris jenderal komite eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), mengutuk pembukaan kedutaan Paraguay di Yerusalem.
“Kami telah menyaksikan hari ini bagaimana presiden Paraguay adalah pemimpin politik yang tidak bertanggung jawab dengan menentang hukum internasional dan pencapaian perdamaian yang adil dan abadi di Timur Tengah,” katanya dalam sebuah pernyataan, dikutip Aljazeera.
Erekat juga mendesak dunia Arab untuk memboikot negara-negara yang merelokasi kedutaan mereka ke Jerusalem.




