Selain Madaya, Beberapa Desa di Suriah Juga Mengalami Kelaparan

Kota di Latakia/Ap

DAMASKUS-Beberapa pekan ini penduduk di seluruh dunia dikejutkan dengan gambar-gambar warga Madaya, Suriah yang kurus kering diunggah di Social Media.

Ternyata, bukan hanya Madaya saja yang warganya mengalami kelaparan.

Warga dari 13 kota dan desa-desa Suriah yang dikepung oleh rezim Asad dan sekutunya saat ini menghadapi bencana kelaparan. Sebagaimana dilansir Anadolu Agency Kamis (13/1), sumber-sumber lokal melaporkan hal tersebut.

Di antara kota dan desa-desa yang menghadapi bencana kelaparan di Suriah itu ialah:

Jayrud, Rabayah

Jayrud dan Rabayah, keduanya terletak di Damaskus timur, menghadapi serangan yang sering diluncurkan oleh rezim Asad dan kelompok Islamic State (IS). Kedua kota itu terus berada di bawah blokade rezim sejak April 2013.

Kota Al-Dumayr, terletak sekitar 40 kilometer di timur laut Damaskus, juga masih berada di bawah blokade yang dilakukan rezim.

Ghouta Timur, Al-Tall

Wilayah Ghouta Timur hingga timur Damaskus, sementara itu, telah berada di bawah pengepungan rezim Nushairiyah sejak Desember 2012. Pengepungan tersebut menghambat pengiriman bantuan kemanusiaan dan hilangnya pasokan listrik dan air di wilayah itu.

Menurut sebuah komite koordinasi lokal di daerah Douma Ghouta Timur, sekitar 1.600 warga setempat baru-baru ini meninggal, dengan perkiraan 40 persen dari korban meninggal dalam serangan udara rezim dan sisanya meninggal akibat kekurangan gizi.

Rezim Asad menyerang daerah itu dengan gas sarin pada bulan Agustus tahun 2013, hingga menyebabkan terbunuhnya sekitar 1.300 penduduk setempat.

Kota Al-Tall, sementara itu, terletak di sebelah barat Ghouta Timur, juga masih berada di bawah pengepungan rezim sejak Juni 2015.

Kamp Yarmouk, Darayya, Muadamiyat Al-Sham, Kanaker

Kamp Yarmouk yang dihuni pengungsi Palestina telah diblokade oleh rezim sejak Desember 2012.

Banyak penduduk kamp, yang dikepung dari selatan, baru-baru ini pindah ke provinsi Hatay Turki atau ke provinsi-provinsi Suriah seperti Hama, Idlib dan Aleppo.

Lebih dari 1.000 warga sipil telah terbunuh di kamp itu sejak konflik Suriah dimulai pada awal tahun 2011.

Darayya di pinggiran selatan Damaskus juga telah berada di bawah blokade rezim Nushairiyah sejak akhir 2012. Pada bulan Juli 2015, ketika pengepungan memasuki hari ke-1000, sekitar 2200 warga telah meninggal sebagai akibat dari pengepungan atau dari serangan yang dilakukan oleh rezim .

Sumber-sumber lokal mengatakan sekitar 1.000 bom barel – alat peledak improvisasi – telah dijatuhkan di wilayah tersebut oleh rezim Asad.

Di kota Muadamiyat Al-Sham di barat daya Damaskus, sementara itu, sekitar 40.000 warga sipil berada di bawah pengepungan total selama 15 hari terakhir.

Dengan tidak diizinkannya makanan memasuki kota, warga mengatakan jumlah kematian anak telah meroket karena tingginya angka kekurangan gizi.

Desa Kanaker, sementara itu, yang terletak sebelah barat daya Damaskus, telah terkepung sejak Maret 2015.

Al-Waer, Houla, Talbiseh, Al-Rastan

Al-Waer, sebuah distrik di pusat provinsi Homs Suriah, juga dilaporkan masih berada di bawah blokade rezim Asad.

Selama pengepungan Homs sejak 2011 hingga 2015, yang berakhir dengan diserahkannya daerah itu kepada rezim Asad, sekitar 150 orang meninggal karena kekurangan gizi dan kurangnya perawatan medis.

Menurut Pusat Koordinasi Homs, beberapa daerah Al-Waer masih dikepung.

Wilayah Houla, Talbiseh dan Al-Rastan di Homs utara, semuanya telah berada di bawah pengepungan selama tiga tahun terakhir.

Advertisement