Jatim Perlu Program Pengurangan Risiko Bencana

Ilustrasi Bencana Alam/ Foto:okezone.com

MALANG- Banyaknya bencana yang sangat berpotensi seperti longsor, banjir, tsunami, hingga gunung meletus membuat Jawa Timur harus menerapkan program-program guna menanggulangi resiko bencana.

Seperti dilansir oleh Metrotvnews.com Ketua Pusat Studi Kebumian dan Kebencanaan (PSKK) Universitas Brawijaya (UB) Malang, Adi Susilo Jawa Timur merupakan perpaduan dari endapan laut di bagian utara; gugusan gunung api di bagian tengah; serta endapan kuarter dan daerah pengangkatan laut di selatan.

“Banjir dan longsor akan sangat berpotensi sekali,” kata Adi saat merilis hasil kajiannya di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Jumat (15/1/2016).

Adi juga menambahkan potensi tsunami juga cukup besar di bagian selatan. Hal tersebut dapat terjadi apabila gempa bumi cukup besar terjadi di tengah laut dan lempengan patahan naik turun.

“Jadi perlu penguatan rencana kontijensi bencana, supaya tiap daerah dapat mengantisipasinya. Sekaligus masyarakat nantinya bisa menyelamatkan diri secara mandiri,” papar Adi.

Selain itu Adi juga menambahkan dari 38 kota dan kabupaten, hanya ada 4 kota yang memiliki program untuk mengurangi resiko datangnya bencana.

Advertisement