Serangan Udara Saudi Tewaskan Sembilan Warga Sipil Yaman

Konflik Yaman yang sudah berlangsung tiga tahun sejak 26 Maret 2015 dan menewaskan 10.000 orang, yang diuntungkan hanya pedgang senjata, korbannya rakyat jelata.

YAMAN – Sedikitnya sembilan warga sipil, sebagian besar perempuan dan anak-anak kehilangan nyawa ketika jet tempur Saudi melakukan serangkaian serangan udara terhadap daerah pemukiman di provinsi Amran di barat laut Yaman.

Jaringan televisi al-Masirah Yaman berbahasa Arab, mengutip para pejabat, mengatakan bahwa 20 warga sipil juga menderita luka setelah pesawat tempur Saudi membom rumah-rumah di lingkungan al-Barid dari kota Amran Senin (25/6/2018) pagi.

Kerusakan parah dilaporkan ketika jet-jet Saudi juga menghantam sebuah barak militer dan gedung komunikasi di kota itu.

Pada hari Sabtu, setidaknya enam warga sipil tewas ketika Arab Saudi melakukan serangan udara terhadap kompleks pendidikan di distrik Kitaf wa al-Boqe’e di provinsi barat laut Yaman, Sa’ada.

Mohammad Abdulsalam, juru bicara Houthi Ansarullah dari Yaman, telah memperingatkan Amerika Serikat dan sekutunya untuk tidak menyediakan perlindungan bagi kekejaman Arab Saudi di Yaman.

Peringatan itu muncul ketika beberapa negara Barat, AS dan Inggris khususnya, dituduh terlibat dalam agresi karena mereka memasok rezim Riyadh dengan senjata canggih dan peralatan militer serta bantuan logistik dan intelijen.

Arab Saudi dan sekutu-sekutunya melancarkan perang di Yaman pada Maret 2015 untuk menginstal ulang rezim yang didukung Saudi dan menghancurkan gerakan Houthi.

Kementerian Hak Asasi Manusia Yaman mengumumkan dalam sebuah pernyataan pada 25 Maret bahwa perang telah menyebabkan 600.000 warga sipil tewas dan terluka hingga saat itu. Perang dan blokade yang menyertainya juga telah menyebabkan kelaparan di Yaman.


Advertisement