Direktur Asuransi Astra Syariah Terkesan dengan Agrobudaya Sinar Resmi

Direktur Asuransi Astra Syariah Teddy Prio Utomo (kanan) bersama isteri mendapat wejangan dari Pendamping Pertanian Dompet Dhuafa Purnama tentang 68 bibit padi yang sudah teridentifikasi di Sinar Resmi. Foto Maifil/KBK

CISOLOK (KBK) – Direktur Asuransi Astra Syariah (AAS) Teddy Prio Utomo terkesan dengan apa yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa terhadap komunitas adat Kasepuhan Sinar Resmi, Sukabumi, Jawa Barat.

“Dompet Dhuafa baik program dan sdmnya berkerja dengan hati, saya sangat terkesan dengan kegiatan-kegiatan pemberdayaan yang dilakukan Dompet Dhuafa,” ungkap Teddy kepada KBK di sela kunjungannya ke Kasepuhan tersebut, Kamis – Jumat (14-15/1/2016).

Di Sinar Resmi, lanjut Teddy, Dompet Dhuafa berupaya memberdayakan komunitas adat tidak hanya untuk melestarikan adat dan budayanya akan tetapi juga membantu memberdayakan ekonomi masyarakat jauh dari hiruk pikuk kota ini.

“Luar biasa, apa yang dilakukan Dompet Dhuafa,” tambah Teddy.

Ia melihat bagaimana kerja tim Dompet Dhuafa, mengidentifikasi bibit-bibit pada yang ada di Sinar Resmi. Dari ratusan jenis padi yang ada, sudah teridentifikasi sebanyak 68 jenis bibit, kemudian sudah dihimpun dalam Bank Bibit sebanyak 34 jenis bibit.

“Jika tidak ada yang melakukan identifikasi dan melestarikan bibit-bibit unggulan yang ada di Sinar Resmi ini, ia bisa punah dan hanya tinggal nama,” jelas Teddy.

Teddy sendiri sudah melihat langsung Bank Bibit yang dibangun Dompet Dhuafa. “Ternyata benar, banyak jenis padi yang ada di sini. Sinar Resmi benar-benar kaya dengan potensi pertaniannya,” imbuhnya.

Kesungguhan Dompet Dhuafa memberdayakan komunitas adat Sinar Resmi, kata Teddy, juga terlihat dengan didirikannya guest house di Sinar Resmi, untuk mendukung Program Agrobudaya yang dikampanyekan Dompet Dhuafa untuk mangajak orang-orang berkunjung ke Sinar Resmi.

Dengan adanya guest house tersebut para tamu dapat menginap di Sinar Resmi, guest house dengan dua lantai ini dilengkapi fasilitas yang nyaman untuk tamu agar tamu dapat merasakan suasana alam Sinar Resmi di kala siang dan malam.

Melihat apa yang dilakukan Dompet Dhuafa di Sinar Resmi, Teddy berminat untuk membawa lembaganya untuk ikut bersama Dompet Dhuafa memberdayakan masyarakat ini.

“Ini kita akan kaji setelah pulang dari sini, program apa yang cocok untuk masyarakat adat ini,” kata Teddy.

Sebelumnya, kata Teddy, ASS sudah berkerjasama juga dengan Dompet Dhuafa dalam pemberdayaan masyarakat di tempat lain yakni Program Pemberdayaan Pengrajin Payung Lukis di Juwiring, Klaten, Jawa Tengah.

Dalam hal kerjsama ini AAS mensupport dana sebesar Rp392,55 juta yang penyalurannya terbagi ke dalam empat tahap dan berjalan selama dua tahun hingga 2016.

Juwiring merupakan sebuah wilayah kecamatan yang terdapat di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang memiliki potensi UKM, seperti sablon, konveksi, mebel, dan payung lukis. Pengrajin payung lukis di Juwiring berlokasi di empat desa, yakni Kwarasan, Tanjung, Kanaiban, dan Tlogo Randu.

Dari keempat desa tersebut, sedikitnya terdapat 50 orang pengrajin payung lukis beserta rangkanya dengan kapasitas produksi berkisar antara 100-300 payung per bulan. Potensi tersebut tentunya bisa dimaksimalkan jika para pengrajin mendapat suntikan modal untuk mengembangkan usaha mereka. Hal inilah yang AAS upayakan dalam kerja sama dengan Dompet Dhuafa.

Advertisement