BANYUWANGI – Sebanyak 16 penerbangan dibatalkan di Bandara Banyuwangi akibat erupsi Gunung Agung dan akibat pembatalan ini, sebanyak 1.089 penumpang gagal terbang dari Banyuwangi, maupun dari Jakarta dan Surabaya.
Executif General Manager Angkasa Pura (AP) II Bandara Banyuwangi Anton Martialus menjelaskan sebanyak 16 rute penerbangan terpaksa dibatalkan akibat erupsi Gunung Agung. Menurutnya, rute penerbangan itu mulai dari Surabaya-Banyuwangi dan Jakarta – Banyuwangi PP.
“Setiap hari ada 8 penerbangan PP, oleh Garuda Indonesia, Citilink, NAM Air dan Wings Air. Semuanya dibatalkan terbang akibat erupsi Gunung Raung,” jelasnya.
Pihaknya mulai merasakan paparan abu Gunung Agung mulai pukul 01.00 WIB. Setelah itu, melakukan observasi dan dilaporkan ke otoritas bandara Surabaya. Hasilnya, muncul Notam penutupan bandara pukul 03.40 hingga 09.00 WIB.
Ternyata, hingga pukul 08.25 WIB, abu vulkanik masih terasa di landasan pacu bandara. Akhirnya,muncul Notam penutupan kedua hingga pukul 15.00 WIB. Akibat penutupan ini, seluruh maskapai yang melayani rute ke Banyuwangi langsung membatalkan penerbangan.
“Sampai sore ini, hanya NAM Air rute Jakarta-Banyuwangi sore yang belum membatalkan penerbangan. Kita masih tunggu hingga nanti sore,” jelasnya lagi, dilansir Balipost.





