Masyarakat Indonesia Perlu Mengenal Konsep Rumah Barrataga

YOGYAKARTA- Mengingat potensi gempa di Indonesia yang cukup besar, pakar gempa dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Sarwadi menyatakan bahwa masyarakat di Indonesia perlu mengenal konsep rumah barrataga. Rumah barrataga atau rumah tahan gempa memperkuat simpul balungannya. Serta, di bawah pondasi bangunan diberikan pasir dengan ketebalan minimal 20 centimeter.

Kantor berita Antara melansir Sarwadi secara bertahap akan menyosialisakan konsep barrataga kepada masyarakat Indonesia.
“Konsep barrataga sendiri, sebenarnya sudah disosialisasikan ke sekitar seribu orang mandor sejak sekitar tahun 2001 dan tahun 2002. Banten, Garut, Banjar, Sukoharjo. Terutama di daerah selatan. Termasuk di daerah Bantul, yang pada 2006 terkena bencana gempa besar,” katanya kepada Antara (16/1/2016).

Sarwadi menambahkan bahwa sosialisasi yang Ia lakukan dengan cara di antaranya membuka beberapa museum gempa di kota-kota besar. Seperti yang saat ini sudah ada, yaitu di kawasan Kaliurang, Kabupaten Sleman, D.I.Yogyakarta.

“Dengan sosialisasi ke masyarakat ini, diharapkan paradigma mereka mengenai gempa bisa berubah. Yaitu dari yang jahat menjadi bermanfaat. Sebab, gempa sangat dibutuhkan agar bumi tak meledak. Rumah rusak terdampak gempa boleh, tapi tidak membahayakan penghuni,” katanya.

Ditargetkan barrataga ini bisa dipahami oleh sekitar dua per tiga jumlah penduduk Indonesia.

Advertisement