Luka Tembak di Kepala Oleh Pasukan Israel, Remaja Palestina Meninggal Dunia

Ilustrasi Warga Palestina membawa seorang anak laki-laki yang terluka ketika warga Palestina bentrok dengan tentara Israel dalam demonstrasi "Great March of Return" di Kamp Pengungsi Al Bureij, Gaza City, Gaza pada 17 April , 2018. (Hassan Jedi - Anadolu Agency)

GAZA – Seorang remaja Palestina ditembak oleh pasukan Israel saat bentrokan besar di perbatasan Gaza telah meninggal pada Rabu (4/7/2018) setelah sebelumnya bertahan dengan luka-lukanya.

“Mahmud al-Gharabli, 16, meninggal setelah terluka di kepala timur Kota Gaza pada 14 Mei,” kata juru bicara kementerian Ashraf al-Qudra, dilansir AFP.

Kematian Gharabli menambah jumlah warga Palestina yang tewas pada hari itu menjadi 63 orang,  ketika ribuan orang mendekati pagar perbatasan yang dijaga ketat saat Amerika Serikat memindahkan kedutaan Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Sejak protes dan bentrokan pecah di sepanjang perbatasan Gaza pada 30 Maret, setidaknya 139 orang Palestina telah tewas oleh tembakan Israel.

Mayoritas terlibat dalam protes dan bentrokan tetapi yang lain berusaha untuk melanggar atau merusak pagar perbatasan. Tidak ada orang Israel yang terbunuh.

Israel mengatakan penggunaannya api hidup diperlukan untuk mempertahankan perbatasannya dan menghentikan infiltrasi. Pernyataan itu menuduh para pemimpin Islamis Gaza, Hamas, berusaha menggunakan protes sebagai penutup untuk serangan.

Advertisement