RABAT – Sekitar 40 migran tewas setelah kapal mereka tenggelam di lepas pantai utara Maroko pada hari Minggu (8/7/2018).
Para migran berasal dari negara-negara Afrika sub-Sahara, dan sejumlah dari mereka adalah perempuan, sebagaimana dilaporkan situs berita Alyaoum24.com Maroko.
Jenazah para migran itu dikirim ke kamar jenazah rumah sakit setempat, di kota Larache, dan penyelidikan sedang dilakukan untuk menentukan keadaan yang pasti dari kecelakaan itu.
Maroko telah menjadi pusat bagi para migran Afrika yang berusaha mencapai Eropa untuk kehidupan yang lebih baik. Ribuan migran berusaha melarikan diri dari kemiskinan dan kerusuhan di Afrika setiap tahun melalui Maroko ke Eropa, baik melalui darat ke dalam kantong Spanyol Ceuta dan Melilla atau melalui laut sering di kapal-kapal yang rapuh.
Menurut Kementerian Dalam Negeri Maroko, pasukan keamanan menangkap sekitar 50.000 migran di tahun 2017 dan membongkar lebih dari 70 jaringan migrasi ilegal yang terorganisasi.





