Serangan Udara AS Tewaskan 30 Warga Sipil Suriah

Ilustrasi Serangan udara di Ghouta/ AFP

SURIAH – Tiga puluh warga sipil telah kehilangan nyawa mereka ketika koalisi pimpinan AS yang memerangi teroris ISIS melakukan serangan udara di provinsi timur Suriah, Dayr al-Zawr, Jumat (13/7/2018).

Sumber-sumber setempat mengatakan, seperti dilaporkan Press TV, serangan udara menghantam daerah pemukiman di pinggiran kota al-Bukamal, yang terletak di Sungai Eufrat dekat perbatasan dengan Irak.

Banyak orang lain, termasuk wanita dan anak-anak, terluka dalam serangan udara  dengan sumber-sumber medis menunjukkan bahwa jumlah korban tewas mungkin meningkat karena kondisi kritis dari beberapa orang yang terluka.

AS telah melakukan serangan udara di dalam Suriah sejak September 2014 tanpa izin dari Damaskus atau mandat PBB. Telah berulang kali dituduh menargetkan dan membunuh warga sipil. Hal ini juga sebagian besar tidak mampu memenuhi tujuan yang dinyatakannya untuk menghancurkan ISIS.

Pada 14 Desember 2017, Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Suriah menyatakan bahwa koalisi pimpinan AS memang menargetkan fasilitas sipil dan memberikan teroris ISIS dengan perlindungan.

Serangan udara AS terbaru terjadi sehari setelah tentara Suriah memasuki bagian kota Deraa yang dikuasai militan dan mengangkat bendera nasional di dekat kantor pos kota.

Dorongan terakhir ke kota terjadi setelah militan setuju untuk meletakkan senjata mereka melalui kesepakatan yang difasilitasi oleh delegasi militer Rusia.

Sebelumnya pada hari Kamis, para pejabat militan dan saksi mengatakan delegasi militer Rusia telah memasuki wilayah yang dikuasai teroris Deraa dan mulai negosiasi atas serah terima wilayah itu kepada pemerintah Suriah.

Advertisement