LOMBOK – Pascagempa 7 SR Minggu (5/8/2018), warga Dusun Mentigi, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, mengeluhkan belum adanya bantuan yang datang, padahal kondisi mereka sangat memprihatinkan di tenda-tenda pengungsian.
“Belum ada bantuan yang datang kepada kami. Padahal desa kami juga paling parah terkena gempa. Kami sudah empat hari di sini,” kata Wahyu (48) salah seorang tokoh di desa setempat, Rabu (8/8/2018).
Ia berharap, adanya perhatian dari pemerintah terhadap nasib mereka yang saat ini harus tinggal di tenda-tenda pengungsian, karena semua harta dan rumah yang dimiliki rusak akibat gempa.
Menurut Wahyu, saat ini pihaknya sangat membutuhkan selimut, tenda, air minum dan bahan makanan.
Sebab, jika mencari sendiri pihaknya kesulitan di tengah kondisi perekonomian Lombok Utara yang masih lumpuh, berhubung para pemilik toko maupun pedagang di pasar-pasar sudah tidak ada.
“Mereka juga menjadi korban gempa. Lalu kalau pun kita mencari bahan pangan dan lain-lain itu harus ke Mataram, tapi tetap sulit karena pusat perdagangan tampaknya masih tutup,” ungkapnya, dilansir Antara.





