YOGYAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Yogyakarta menyebutkan gelombang tinggi masih berpotensi terjadi di laut selatan Yogyakarta akibat keberadaan dua siklon tropis di Samudera Pasifik,
Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Djoko Budiono di Yogyakarta, Selasa mengatakan dua siklon tropis tersebut yakni siklon Cimaron dan skilon Soulik.
“Dua siklon ini memicu kondisi tinggi gelombang di Yogyakarta,” kata Djoko, Selasa (21/8/2018).
Selain siklon tropis, kata dia, tinggi gelombang juga dipengaruhi adanya pusat tekanan udara tinggi yang masih terpantau di sebelah Barat Australia.
Kondisi tersebut, menurut dia, menyebabkan terjadinya perbedaan tekanan udara yang selanjutnya berimbas pada peningkatan kecepatan angin timuran.
Akibatnya, kecepatan angin di laut selatan Yogyakarta meningkat dengan rata-rata mencapai 10-15 knot atau 18-27 km/jam yang selanjutjnya mendorong kondisi gelombang laut.
Selain di laut, menurut dia, kecepatan angin di lautan tersebut juga memiliki dampak di darat terutama Yogyakarta bagian selatan atau daerah yang berbatasan dengan laut.
“Sehingga pada puncak musim kemarau ini kami juga mengimbau masyarakat mewaspadai angin kencang, terutama pada siang hari,” kata dia, dikutip Antara.





