Dua Santri di Bandung Positif Difteri

ilustrasi

BANDUNG – Dua orang santri perempuan di pondok pesantren di Ibun, Kabupaten Bandung berinisial R (16) dan S (16) positif terkena penyakit difteri.

Kini mereka sudah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Grace Mediana mengungkapkan untuk mencegah penyebaran penyakit difteri, pihaknya mengisolasi pesantren dan memberikan obat kepada seluruh santri maupun pihak-pihak dan keluarga yang pernah berkontak dengan kedua pasien tersebut.

Ia mengatakan, penghuni ponpes harus mengikuti anjuran dokter dengan meminum obat untuk membunuh bakteri dan tidak keluar ponpes agar tidak menyebar. Keluarga santri yang pernah kontak dengan pasien juga diberikan antibiotik.

Sementara isolasi yang dilakukan dengan cara memberikan pengobatan kepada santri yang menghuni satu ruangan dengan jumlah santri mencapai 42 orang.

“Yang kontak langsung satu ruangan, itu yang diberi pengobatan untuk memutus mata rantai bakteri. Terus semua penghuni ponpes sebanyak 268 orang santri dan pengelola,” katanya.

Menurutnya, saat ini dilingkungan pesantren dalam kondisi yang aman dari penyakit difteri. Namun pihaknya tetap melakukan pengawasan dengan cara mendirikan posko. Selain itu, pihaknya mengedarkan surat ke puskesmas di seluruh kecamatan untuk waspada.

“Saat ini sudah selesai inkubasinya, kondisi santri lain sehat, kita menunggu satu Minggu (kedepan) untuk kewaspadaan dan tetap siaga,” ungkapnya, dikutip Republika.co.id.

Grace mengimbau, kepada masyarakat bila menemukan warga yang terkena gejala keluhan sakit menelan, tenggorokan disertai demam terjadi pada anak dan saudaranya segera berobat ke puskesmas

Advertisement