Kecam Pemotongan Dana oleh AS, PLO: Palestina Tolak Bantuan Bersyarat

Ilustrasi perjuangan kemerdekaan Palestina/ Foto: umm.ac.id

YerUsALEM – Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) telah mengecam keputusan AS untuk memotong lebih dari $ 200 juta dalam bantuan kepada Palestina.

“Ini adalah pernyataan yang mencolok bahwa tujuan sebenarnya dari bantuan AS adalah untuk ikut campur dalam urusan internal orang lain dan mempengaruhi hak-hak nasional mereka,” kata Sekretaris Jenderal PLO Saeb Erekat.

Erekat mengatakan keputusan AS untuk memotong bantuan “adalah tanda bahwa [Washington] telah meninggalkan kewajiban internasionalnya”.

“Rakyat Palestina menolak bantuan bersyarat,” tegasnya.

Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri mengatakan jika AS memotong lebih dari $ 200 juta bantuan ke Palestina setelah tinjauan yang diprakarsai oleh Presiden AS Donald Trump.

Dalam sebuah pernyataan, pejabat itu mengatakan dana yang awalnya ditujukan untuk Tepi Barat dan Jalur Gaza malah akan digunakan untuk “proyek-proyek prioritas tinggi di tempat lain.”

“Atas petunjuk Presiden Trump, kami telah melakukan peninjauan bantuan AS kepada Otoritas Palestina dan di Tepi Barat dan Gaza untuk memastikan dana ini dihabiskan sesuai dengan kepentingan nasional AS dan memberikan nilai kepada pembayar pajak AS,” katanya.

“Sebagai hasil dari tinjauan itu, pada arah Presiden, kami akan mengalihkan lebih dari $ 200 juta dalam Dana Pendukung Ekonomi FY2017 yang semula direncanakan untuk program di Tepi Barat dan Gaza,” pejabat itu menambahkan.

Pada bulan Januari, administrasi Trump telah membuat pemotongan drastis atas kontribusinya kepada badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA.

Trump telah memicu kemarahan global atas keputusannya untuk secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel Desember lalu. Langkah itu melemahkan pondasi perdamaian Israel-Palestina yang sudah lama berdiri di mana status kota itu akan ditentukan sebagai masalah status akhir.

Advertisement