YOGYAKARTA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebancanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mengatakan kubah lava di puncak Gunung Merapi terus bertambah tiap hari.
Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG Yogyakarta, Agus Budi Santoso mengatakan pertumbuhan kubah lava sejak 11 Agustus 2018 relatif sama. Dalam sehari, pertumbuhan kubah lava maksimal hingga 4.600 meter kubik.
“Kubah lava tumbuh tak terlalu cepat. Pertumbuhan (kubah lava) ini lambat ketimbang erupsi sebelumnya tahun 1992 hingga 2006 yang mencapai 20 ribu per hari. Rata-rata pertumbuhan kubah lava 1.000-4.600 meter kubik per hari,” tambahnya.
Pihaknya kini fokus soal kestabilan karena ancaman keberadaan kubah lava yang bisa memunculkan awan panas. Agus menolak menjelaskan berapa volume maksimal dan sampai kapan pertumbuhan kubah lava.
Pada erupsi 2010, Gunung Merapi memuntahkan material hingga 140 juta meter kubik. Hasil pantauan BPPTKG, tumbuhan kubah lava masih berkisar angka 36 ribu meter kubik.
Sebagaimana dilansir metrotvnews, ditambahkannya jika situasi pertumbuhan kubah lava di Puncak Gunung Merapi bisa memunculkan guguran-gugran kecil. Menurut Agus, selama guguran tidak mencapai tiga kilometer, masyarakat masuk dalam situasi aman.
Ia memperkirakan, luncuran awan panas jika muncul mengarah ke sisi tenggara. Titik ini sejurus dengan arah Kali Gendol serta wilayah sebagian Sleman dan Klaten, Jawa Tengah.





