BANGLADESH – Lebih dari 200 warga Rohingya sedang menunggu di dekat perbatasan selatan Bangladesh untuk memasuki negara itu guna mencari tempat berlindung yang aman dalam menghadapi tindakan keras yang dilakukan oleh militer Myanmar.
Letnan Kolonel Asaduzzaman Chowdhury, direktur Penjaga Perbatasan Bangladesh (BGB) Batalyon-II, mengatakan kepada Daily Star, Selasa (28/8/2018), mereka mengetahui Kamis lalu bahwa lebih dari 200 orang Rohingya sedang menunggu di dekat Shah Porir Dwip di Teknaf.
Kekuatan penjaga perbatasan Bangladesh telah memperkuat pengawasannya di daerah itu.
Selain BGB, para anggota Penjaga Pantai berpatroli di Sungai Naf, satu-satunya sungai perbatasan perbatasan antara Bangladesh dan Myanmar, untuk menghindari gelombang masuk.
Abdul Motaleb Mater, seorang tokoh masyarakat Rohingya di kamp pengungsi Leda di Cox’s Bazar, mengatakan kepada harian bahwa ia belajar dari anggota keluarganya dan kontak lain di Myanmar bahwa banyak orang Rohingya dari beberapa desa berkumpul di sisi timur sungai Naf.
Mereka berkumpul di sana untuk mencari tempat berlindung yang aman karena tentara Myanmar telah memulai tindakan keras lainnya pada hari Kamis.





