Warga Depok Juga Alami Kekeringan

Ilustrasi Bantuan Air Bersih untuk warga Sragen. Foto:KRJogja

DEPOK – Dampak dari musim kemarau juga mulai dirasakan warga Depok, Jawa Barat terutama di wilayah Kecamatan Sawangan.

Warga mengeluh dikarenakan air sumur gali dan sumur bornya sudah mulai keruh. Bahkan di beberapa kelurahan sudah mengering.

“Benar, saya terpaksa membeli air galon isi ulang untuk kebutuhan untuk beruwuduk dan memasak bahkan mandi. Sebab air sumurnya sudah kering. Jadi setiap hari saya beli air isi ulang lima sampai tujuh galon. Harganya Rp 5.000 per galon,” ujar Nori, seorang ibu rumah tangga di wilayah Duren Mekar, Depok.

Menurut Nori, kekeringan itu, antara lain terjadi pada sebagian komplek Perumahan Bukit Rivaria, Bedahan. Kemudian di Duren Mekar, Sawangan Utara sampai ke Cinangka, perbatasan Kota Depok dengan Kota Tangerang Selatan. “Jadi di sebagian wilayah Serua air juga mulai keruh. Tapi wilayah Kedaung masih aman,” kata Nori.

Ketika lagi tidak punya uang, dirinya terpaksa meminta air ke rumah tetangga yang sumurnya belum terlalu kering. Itupun hanya satu galon.

Sementara itu dari pantauan Republika di lapangan, di daerah Perigi, Sawangan perbatasan dengan Kabupaten Bogor juga sudah mengalami kekeringan. Kekeringan di Kecamatan Sawangan itu memang tidak merata karena sebagian masih aman. Misalnya di Kampung Poncol dekat RSUD Kota Depok, air masih banyak.

Begitu juga di daerah Pengasinan, sebagian wilayah Duren Mekar, Di wilayah Duren Seribu sampai ke Parung air juga masih banyak. “Kami sudah mengalami kekeringan sejak seminggu ini. Kami kesulitan mendapatkan air bersih,” tegas Cahyu, warga Sawangan, Depok.

Advertisement