Israel Akui Tak Akan Patuhi Peraturan yang Disepakati Internasional di Suriah

Ilustrasi Tentara Israel berjaga di perbatasan Suriah. Foto: Reuters

LEBANON – Menteri Urusan Militer Israel mengatakan tidak akan mematuhi peraturan yang mungkin disepakati oleh komunitas internasional di Suriah

Berbicara kepada wartawan selama kunjungan ke perbatasan dengan Libanon, Avigdor Lieberman mengatakan  Suriah sedang mempersiapkan untuk merebut kembali Idlib,  benteng pertahanan besar terakhir di Suriah, dengan adanya upaya politik oleh Iran, Turki, Rusia dan masyarakat internasional pada umumnya.

“Kami melihat berbagai pertemuan di sana-sini,  di Ankara, di Teheran, Jenewa, di tempat lain juga. Mereka berbicara tentang mendesain ulang Suriah setelah pertempuran untuk Idlib, ”kata Lieberman.

“Dari perspektif Israel, dengan segala hormat dan penghargaan untuk semua perjanjian dan pemahaman,  kami tidak terikat oleh mereka,” kata Lieberman, Kamis (30/8/2018), dikutip Press TV.

“Satu-satunya yang mewajibkan kita adalah kepentingan keamanan Israel,” tambahnya.

Pernyataan Lieberman datang setelah persetujuan kerjasama militer baru-baru ini antara Iran dan Suriah, yang menjamin bahwa penasehat militer Iran di Suriah akan tetap berada di negara yang dilanda konflik. Tel Aviv menegaskan bahwa pasukan Iran harus meninggalkan Suriah.

 

Advertisement