Jumlah Pengungsi Gempa Lombok Perlahan Turun

ilustrasi Pengungsi beristirahat dalam tenda darurat yang dibangun di sekitar pemukiman tempat tinggal mereka di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Senin (6/8). Warga terpaksa tinggal di tenda darurat di ruang terbuka seperti sawah, lapangan dan halaman rumah mereka karena khawatir akan adanya gempa susulan, dan para pengungsi berharap mendapatkan bantuan berupa makanan, air dan selimut. ANTARA

LOMBOK – Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Tribudi Prayitno, mengatakan, jumlah pengungsi gempa Lombok mulai mengalami penurunan.

Berdasarkan data Komando Satuan Tugas Gabungan Terpadu Penanganan Darurat Gempa NTB dari pada saat masa awal bencana yang mencapai lebih dari 500 ribu pengungsi, menjadi 396.032 pengungsi .

Menurutnya sebagian warga mulai kembali ke halaman rumah dan mulai bangun tempat bermukim sementara bersama keluarga dari terpal, tidak lagi di pos pengungsian.

Selain itu, dia menambahkan, sebagaimana dilansir Republika.co.id, Selasa (4/9/2018), sebagian warga juga mulai kembali beraktivitas seperti biasa, seperti para petani di Lombok Utara yang melakukan panen kacang dan menjualnya.

“Geliat ekonomi sejak dua minggu sudah mulai. Itu memang jadi atensi dari penanganan darurat bencana untuk memastikan geliat ekonomi mulai berjalan,” ucapnya

Advertisement