JAKARTA – Sedikitnya 76 orang tewas akibat banjir parah yang menerjang Korea Utara (Korut), pekan ini. Sekitar 75 orang lainnya, yang kebanyakan anak-anak, dilaporkan hilang akibat terjangan banjir itu.
Seperti dilansir AFP, Jumat (7/9), ribuan orang harus kehilangan tempat tinggal setelah hujan deras yang terus mengguyur memicu banjir dan tanah longsor. Lebih dari 800 bangunan termasuk rumah warga, klinik dan sekolah di Provinsi Hwanghae Utara dan Selatan ambruk akibat banjir dan longsor.
Laporan itu disampaikan oleh Federasi Palang Merah Internasional dan Komunitas Bulan Sabit Merah (IFRC) cabang Korut.
“Ribuan orang kehilangan rumah dan secara mendesak membutuhkan layanan kesehatan, tempat penampungan, makanan, air minum yang aman dan sanitasi,” tutur John Flemming dari IFRC Korut dalam pernyataannya.
“Dengan musim dingin akan segera datang, kami juga mengkhawatirkan bahwa bencana ini akan meningkatkan risiko gangguan kesehatan dan kelangkaan makanan untuk sejumlah masyarakat,” imbuhnya.





