LOMBOK – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lombok Barat (Lobar) Baehaqi memperkirakan kerugian materiil yamg dan diderita Kabupaten Lobar akibat bencana gempa mencapai Rp 4,1 triliun.
Dia menyampaikan, angka tersebut dirilis sebagai hasil kajian dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lobar.
Menurutnya dalam menghitung angka tersebut, pihaknya didampingi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Menurutnya, sebaran kerusakan dan kerugian tersebut terbagi dalam sektor perumahan, infrastruktur, sosial, ekonomi, serta sektor pemerintahan dan keamanan. Ia menjelaskan, kerugian akibat kerusakan perumahan warga diperkirakan mencapai 91,3 persen dari total kerugian tersebut atau senilai Rp 3,7 triliun.
Sisanya menyasar sektor infrastruktur sebesar 0,32 persen atau Rp 13,4 miliar, sektor sosial keagamaan mencapai 6,0 persen atau Rp 249,7 miliar, sektor ekonomi mencapai 2,12 persen atau senilai dengan Rp 87,1 miliar, dan sektor pemerintahan atau keamanan yang menelan kerusakan dan kerugian senilai 0,14 persen atau Rp 5,9 miliar.
“Setelah menghitung-hitung, diestimasikan kebutuhan anggaran sebesar Rp 2,12 triliun lebih untuk bisa pulih seperti sebelum terjadi bencana. Kebutuhan anggaran itu kita perkirakan sesuai dengan sebaran aset dan kewenangan antarpemerintah,” kata dia, dikutip Republika.





