Liga Arab: Pemotongan Dana AS untuk Pengungsi Palestina Perburuk Situasi Timur Tengah

ilustrasi Pengungsi Palestina lari dari Yarmouk/ MEMO

KAIRO – Liga Arab pada  Selasa (11/9/2018) melakukan pertemuan di Kairo pada tingkat menteri luar negeri untuk membahas cara-cara melawan keputusan baru-baru ini di AS untuk memotong dana untuk badan pengungsi Palestina UNRWA.

Dalam pernyataan bersama, Liga Arab memperingatkan terhadap kebijakan AS bahwa “melemahkan mandat badan dan mengurangi layanannya untuk pengungsi Palestina hanya akan memperburuk situasi di Timur Tengah”.

Mereka juga mengumumkan niat kolektif mereka “untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan dukungan keuangan yang berkelanjutan untuk memungkinkan operasi lanjutan lembaga”.

Diberitakan sebelumnya, berbicara pada pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki menuduh AS “merusak hak-hak rakyat Palestina dan hukum internasional dengan tujuan untuk menerapkan ‘Kesepakatan Abad Ini’.”

“Pemerintahan AS sekarang menargetkan representasi politik Palestina dengan menutup kantor PLO di Washington,” kata al-Maliki, dikutip Anadolu.

“Ini juga bekerja untuk melemahkan para pengungsi Palestina dan hak mereka untuk kembali  Palestina jaman dahulu ndengan menguras dana dari UNRWA,” tambahnya.

Pada 31 Agustus, Washington memangkas semua pendanaannya ke UNRWA.

Didirikan pada tahun 1949, UNRWA memberikan bantuan penting bagi para pengungsi Palestina di Jalur Gaza yang diblokade, Tepi Barat yang diduduki Israel, Yordania, Libanon dan Suriah.

Akhir bulan ini, negara-negara donor berencana untuk bertemu di New York untuk membahas masa depan lembaga yang kekurangan uang.

Advertisement