JAKARTA – Dompet Dhuafa terus melakukan pergerakan guna membantu korban gempa Lombok, salah satu yang di inisiasi yaitu HUNTARA (Hunian Sementara). Huntara yang dibangun sudah melalui tahap uji coba untuk tingkat kenyamanan.
Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi drg. Imam Rulyawan MARS mengatakan, Dompet Dhuafa memiliki desain konstruksi untuk Rumah Ramah Gempa. Desain ini disiapkan untuk fase transisi respon ke recovery sambil menunggu rekonstruksi dari Pemerintah. Dari semua kanal jaringan Dompet Dhuafa, termasuk CSR, BUMN dan Penerintah melalui BNPB dan PUPR, merencanakan akan membangun 15 ribu unit Huntara.
“Dompet Dhuafa berharap agar dalam masa transisi menunggu pemulihan kondisi oleh Pemerintah. Dengan Hunian Sementara ini, masyarakat secepatnya berkumpul sebagai satu keluarga yang utuh kembali. Tentunya juga semakin mudah untuk mulai menata kehidupan mereka ke depan. Sambil menunggu bantuan pemerintah sampai ke tangan mereka,” ucap drg. Imam Rulyawan, MARS.
“Sekarang kami bersyukur, ternyata Dompet Dhuafa memberikan Hunian Sementara di Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Desa ini jarang mendapat perhatian, apalagi jaraknya juga jauh dari kota Mataram, sekitar 50 Km dengan waktu perjalanan 2,5 jam. Itupun kontur jalannya yang menanjak di perbukitan,” ucap Harimuni, salah satu warga terdampak gempa.



