Kekeringan di Semarang, Cadangan Air BPBD Kosong

Ilustrasi Bantuan Air Bersih untuk warga Sragen. Foto:KRJogja

SEMARANG – Bantuan  air bersih yang disiapkan BPBD Semarang untuk wilayah-wilayah terdampak kekeringan sudah kosong dan  mulai tersendat.

Hal tersebut terjadi karena masih harus menunggu realisasi pengajuan dari BPBD Provinsi Jawa Tengah.

Staf Kedarutan dan Logistik BPBD Kabupaten Semarang, Teguh Ariadi, mengungkapkan pada Selasa (25/9/2018),  cadangan air bersih untuk mengantisipasi dampak bencana kekeringan yang ada di BPBD Kabupaten Semarang sudah kosong, terhitung sejak pekan ketiga bulan September ini.

Artinya total persediaan sebanyak 308 tangki telah disalurkan kepada warga di sejumlah wilayah kecamatan yang mengalami krisis air bersih, sejak Juli hingga pertengahan bulan September lalu.

Di luar cadangan air bersih yang ada di BPBD Kabupaten Semarang, sejumlah wilayah terdampak krisis air bersih juga telah mendapatkan pasokan sedikitnya hingga 45 tangki air bersih dari pihak swasta.

Kendati begitu, permintaan dari warga yang terdampak krisis air bersih masih terus berlanjut, setelah musim kemarau masih berlangsung di wilayah Kabupaten Semarang ini.

Ia menyampaikan, sebagaimana dilansir laman Republika,  apresiasi kepada pihak swasta telah mendukung upaya Pemkab Semarang dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak. Meski demikian BPBD Kabupaten Semarang mengimbau agar pihak swasta yang akan menyalurkan bantuan air bersih juga menyampaikan pemberitahuan kepada BPBD Kabupaten Semarang.

Tujuannya agar BPBD Kabupaten Semarang bisa membantu menentukan wilayah- wilayah yang perlu diprioritaskan mendapatkan bantuan air bersih dari pihak swasta tersebut. Sehingga bantuan air bersih kepada warga yang membutuhkan ini bisa merata.

 

Advertisement