AMSTERDAM (KBK) – Menteri Migrasi Yunani menolak usulan Belgia untuk membangun kamp untuk setengah juta pengungsi yang sudah berada di Yunani.
“Ide itu omong kosong yang berbahaya, tidak mungkin 400.000 pengungsi dibangunkan kamp,” kata Yannis Mouzalas , Menteri Migrasi Yunani kepada media di Amsterdam, Rabu (27/1/2016), setelah pertemuan puncak 2 hari Uni Eropa (UE).
Menurut Yannis Mouzalas, rekannya Menteri Migrasi Belgia, Jan Jambon, melayangkan gagasan mengusir pengungsi dari Schengen ke perbatasan Yunani yang terbuka luas, karena ketidakmampuan Yunani menyumbat aliran pengungsi dari Turki.
Yunani telah menentang keras gagasan membuat hunian sementara untuk pengungsi. Namun, September 2015 lalu, terpaksa setuju untuk menciptakan ruang sementara bagi 50.000 orang – setengah kapasitas dari yang diamanatkan dari seluruh Uni Eropa.
Seperti diberitan Al Jazeera, Kamis (28/1/2016), sekarang timbul usulan keras dari beberapa negara di UE agar Yunani menutup perbatasan yang berdampingan dengan Yugoslavia dan Makedonia.




