Fasilitas MCK Masih Minim, Kesehatan Pengungsi Gempa Sulteng Harus Diperhatikan

Ilustrasi Pengungsi Gempa Palu/ Kompas

PALU – Para pengungsi gempa Sulawesi tengah dikhawatirkan terkena wabah penyakit karena jumlah fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di berbagai lokasi terdampak gempa dan tsunami di Palu dan Donggala sangat terbatas.

Meskipun demikian ada beberapa pengungsian seperti di halaman Markas Korem 132/Tadulako dan kantor Telkom Palu memiliki sejumlah toilet, tapi jumlahnya tak sebanding dengan pengungsi.

Persoalan bukan cuma ketersediaan toilet, tapi juga pasokan air. Elang, warga Palu, menyebut banyak toilet masih berdiri di pemukimannya. Namun toilet tersebut kotor karena pompa air tak teraliri daya listrik.

“Karena sistemnya menggunakan penampungan air, saat listrik mati, air tidak tertampung, toilet jadi tak bisa dibersihkan,” ujar Elang, dikutip BBC Indonesia.

Sebelumnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengatakan fasilitas MCK adalah salah satu kebutuhan mendesak, selain bahan makanan dan tempat tinggal sementara.

Padahal, kata dia, jika sanitasi terabaikan, pengungsi berpotensi terserang wabah penyakit, dari diare hingga demam berdarah.

 

Advertisement